MOU Kontrak Kinerja dan Penandatanganan Kontrak Kegiatan Sumber Dana BOPTN 2016

TTDKinerja_unej-620x279

Seluruh Dekan dan Ketua Program Studi setara fakultas di lingkungan Universitas Jember menandatangani kontrak kinerja tahun 2016 (21/4). Menurut Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan, penandantanganan kontrak kinerja ini merupakan bagian dari penerapan sistem akuntabilitas instansi pemerintah. Dimana semua fakultas dituntut untuk membuat komitmen yang dituangkan dalam kontrak kinerja dengan rektor, yang berisi Key Performance Indicator (KPI). Selain menandatangani kontrak kinerja, seluruh Dekan juga menandatangani kontrak kegiatan program studi dari sumber dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun 2016, dengan Pembantu Rektor II.

Sebelum penandatanganan kontrak kinerja dilaksanakan, Rektor memberikan review secara umum atas pencapaian kinerja tahun 2015 seluruh fakultas yang ada di Universitas Jember. “Secara umum hasil capaian kinerja fakultas tahun 2015 masih cukup variatif, dalam artian ada yang mengalami kenaikan, namun ada pula yang justru mengalami penurunan,” jelas Moh. Hasan. Pada acara yang digelar di aula lantai 3 gedung rektorat ini, Rektor juga menyampaikan apresiasinya kepada tiga fakultas yang tingkat capaian kinerjanya tergolong baik. Ketiga fakultas tersebut adalah Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Program Studi Ilmu Keperawatan.

Selanjutnya Moh. Hasan mengharapkan, agar di tahun 2016 ini semua pihak meningkatkan kinerja, agar target yang sudah ditetapkan berdasarkan Key Performance Indicator dapat tercapai. Ada 13 Key Performance Indicator yang menjadi dasar dalam menilai keberhasilan sebuah unit kerja di Universitas Jember. Antara lain akreditasi, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan, lama studi mahasiswa, prestasi mahasiswa, publikasi ilmiah, dan lainnya.

Penandatanganan kontrak kinerja dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kegiatan program studi sumber dana BOPTN tahun 2016. Untuk tahun ini, setiap program studi di Universitas Jember dapat mengajukan rancangan kegiatan dengan plafon dana sebesar 80 juta rupiah. Besaran dana tersebut adalah hasil evaluasi atas pemanfaatan dana BOPTN tahun lalu. Rektor kemudian mengingatkan agar dana yang dikucurkan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemanfaatan setiap program studi. “Dana BOPTN juga kita gunakan untuk berlangganan berbagai jurnal ilmiah, jumlahnya mencapai 1,2 milyar rupiah. Oleh karena itu wajib dimanfaatkan agar memberikan kemanfaatan bagi setiap program studi,” tambah Moh. Hasan.

Dalam sesi diskusi, Dekan FKIP, Prof. Dr. Sunardi yang mewakili para dekan dan ketua program studi setara fakultas, mengajak semua kolega yang hadir agar realistis dalam menentukan target. Pasalnya beberapa  Key Performance Indicator menuntut kerjasama semua pihak, termasuk mahasiswa. Sementara itu, dari kalangan Ketua Program Studi diwakili oleh Dr. Yuli Wibowo, STP. “Dana BOPTN sangat membantu kami, apalagi bagi program studi baru seperti kami,” jelas Ketua Program Studi  Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian ini. (iim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *